Saturday, June 30, 2012

Latih Tottenham, Villas-Boas Kehilangan Rp 160 Miliar


LONDON, KOMPAS.com - Mantan pelatih Chelsea, Andre Villas-Boas, disebut The Sun akan kehilangan uang sebesar 10,8 juta poundsterling jika menerima pekerjaan melatih Tottenham Hotspur atau klub lain pekan depan.

Villas-Boas diangkat menjadi pelatih Chelsea pada 22 Juni 2011, dengan kontrak tiga musim. Ia dipecat pada 4 Maret 2012, atau dalam keadaan masih menyisakan kontrak 28 bulan, dan sejauh ini belum mendapatkan pekerjaan baru.

Menurut The Sun, Chelsea memberikan gaji sebesar 100.000 poundsterling atau sekitar Rp 1,5 miliar setiap pekannya selama 28 bulan tersebut. Chelsea disebut akan menghentikan pembayaran itu, kapan pun Villas-Boas mendapatkan pekerjaan baru selama periode 28 bulan tersebut.

Sejauh ini, Villas-Boas sudah menerima pembayaran selama tiga bulan. Jika menerima pekerjaan melatih Tottenham atau klub lain, Villas-Boas disebut akan kehilangan pembayaran untuk 25 bulan sisa periode masa kontrak, yang diperkirakan mencapai 10,8 juta poundsterling atau sekitar Rp 160 miliar.


Via: Latih Tottenham, Villas-Boas Kehilangan Rp 160 Miliar

Komposisi Pemain Juga Tentukan Kesuksesan Warriors


Manila - Indonesia Warriors akhirnya berhasil keluar sebagai juara di kompetisi ABL musim ketiga. Komposisi pemain yang lebih bagus daripada musim sebelumnya juga menjadi salah satu penentu kesuksesan mereka.

Warriors menjuarai ABL musim ini setelah menundukkan tim Filipina, San Miguel Beermen, di babak final dengan skor 2-1 dalam sistem best of three. Keberhasilan mereka terasa lebih indah karena dipastikan dengan kemenangan dalam laga penentuan di kandang Beermen.

Setelah kalah 83-86 di game pertama, menang 81-61 di game kedua, tim besutan Todd Purves ini menang 78-76 di game penentuan, Sabtu (30/6/2012).

Menurut Rony Gunawan, Warriors bisa juara karena punya pemain-pemain yang lebih oke daripada musim pertama dan kedua.

"Tahun ini, komposisi pemain lebih bagus, baik lokal maupun asingnya. Jadi, tim ini sangat bagus tahun ini," ungkap Rony di Manila, Sabtu (30/6/2012).

Di tengah musim, Warriors mendapatkan tambahan tenaga pemain asing baru dalam diri Evan Brock dan Stanley Pringle. Selain itu, menjelang akhir musim, Arki Dikania Wisnu dan Christian Ronaldo Sitepu juga bergabung dengan tim. Karena pemain-pemain tersebut cepat menyatu dengan Warriors, tim pun makin tangguh.

"Kuncinya kita cepat beradaptasi dengan pergantian pemain di tengah musim. Di ABL ini, (komposisi) pemain sangat berperan penting, terutama pemain asing. Peran mereka sangat vital sekali," ujar Rony.

Kesuksesan Warriors sempurna dengan keberhasilan Evan Brock tampil sebagai MVP final dan pelatih Todd Purves menjadi pelatih terbaik ABL musim ini. Purves sendiri mengatakan, Warriors tidak memenangi laga final dengan mudah. Ia bahkan memuji organisasi permainan dari Beermen.

"Saya angkat topi untuk (pelatih Beermen) Bobby Parks dan organisasi permainan Beermen. Organisasi permainan mereka kelas dunia," kata Purves.


Via: Komposisi Pemain Juga Tentukan Kesuksesan Warriors

Seedorf Lanjutkan Karier di Brazil


RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com - Gelandang Clarence Seedorf resmi bergabung dengan salah satu klub asal Brazil, Botafogo. Mantan gelandang AC Milan itu menandatangani kontrak berdurasi dua musim, atau hingga 2014 mendatang.

"Botafogo telah menyelesaikan kontrak pemain tengah berumur 36 tahun asal Belanda, Clarence Seedorf. Dia telah menandatangani kontrak selama dua tahun dengan Botafogo," demikian pernyataan Botafogo seperti dilansir situs resmi klub.

"Tanggal kehadiran sang pemain akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan. Ini adalah penandatanganan kontrak terbesar pemain asing yang pernah dilakukan oleh klub Brazil," lanjutnya.

Seedorf bergabung dalam status bebas transfer dari Milan dan sebelum menandatangani kontrak dengan Botafogo, ia telah membeli rumah di Brasil.


Via: Seedorf Lanjutkan Karier di Brazil

Penyerang Legendaris Sevilla Pindah ke Beijing


ANDALUSIA, KOMPAS.com - Penyerang Frederic Kanoute (34) pindah dari Sevilla ke Beijing Guoan dengan kontrak berdurasi dua musim, Sabtu (30/6/2012).

"Pemain legendaris Sevilla itu, yang adalah pemain terbaik pada masa ini dan mungkin juga terbaik dalam sejarah, telah bergabung dengan Beijing Guoan dengan kontrak dua tahun," demikian pernyataan Sevilla.

Kanoute didatangkan Sevilla dari Tottenham Hotspur pada 2005. Ia telah tampil sebanyak lebih dari 200 kali untuk Sevilla dan membantu Sevilla menjuarai Piala UEFA 2006 dan 2007.


Via: Penyerang Legendaris Sevilla Pindah ke Beijing

Buffon Yakin Ulangi Memori 2006


KIEV, KOMPAS.com - Kiper Italia, Gianluigi Buffon, optimistis dapat mengulang memori 2006 ketika berhasil meraih gelar juara di Piala Dunia. Hal itu diungkapkannya saat konferensi pers menjelang laga final Piala Eropa 2012 melawan Spanyol, Minggu (1/7/2012).

"Jelas ini sangat sama dengan emosi dan keyakinan (Piala Dunia 2006). Meski hasilnya sama atau tidak, Anda hanya harus menunggu dan lihat nanti. Ketika Anda memulai perjalanan dalam turnamen ini, akan ada banyak kebetulan dan analogi," ungkap Buffon seperti dilansir Football Italia.

Buffon juga menyoroti pertemuan terakhir melawan Spanyol di babak penyisihan Grup C. Ketika itu, "Gli Azzurri" berbagi poin dengan "La Furia Roja" setelah bermain imbang 1-1.

"Aku mengatakan, kita tidak akan menang (dengan Spanyol di babak penyisihan) karena menurutku di Piala Eropa banyak tim memulai dengan cara yang superior. Masalahnya sekarang, adalah kita akan bertemu lagi dengan mereka besok. Tetapi, setidaknya kami akan memulai laga dengan skor 0-0," kata Buffon.

"Spanyol mempunyai banyak pemain hebat, dari kiper, bek, gelandang hingga penyerang. Mereka semua sangat berperan untuk kesuksesan Spanyol di enam tahun terakhir. Mereka telah mendominasi sepak bola dunia," tuturnya lagi.

Meski demikian, Buffon tetap yakin dapat meraih hasil maksimal dalam laga nanti. Menurut pemain berusia 34 tahun ini, meski Spanyol tim kuat dan favorit juara, bukan berarti Italia akan mudah menyerahkan gelar yang sudah di depan mata tersebut.

"Aku rasa ini saat yang tepat bagi tim terbaik dengan talenta tinggi untuk menang. Spanyol mempunyai kesempatan lebih besar untuk menang, setelah menjalani empat tahun yang hebat dengan kepercayaan diri yang kuat," ucapnya.

"Tetapi, Italia juga dapat mengejutkan. Jadi, kami harap dapat terus mengejutkan hingga akhir nanti," tegas Buffon.


Via: Buffon Yakin Ulangi Memori 2006

Lawan Italia, Prandelli Tak Pertimbangkan 3-5-2


KIEV, KOMPAS.com - Pelatih Italia, Cesare Prandelli, mengungkapkan "Gli Azzurri" akan mempersiapkan strategi berbeda untuk melawan Spanyol di babak final, Minggu (1/7/2012). Italia, kata dia, tidak akan menggunakan formasi 3-5-2 yang selama ini selalu menjadi andalan.

Formasi tersebut sebelumnya digunakan Italia ketika menjalani penyisihan Grup C, termasuk saat bermain imbang 1-1 melawan Spanyol. Prandelli memainkan lima gelandang sekaligus untuk mengimbangi lini tengah "La Furia Roja" yang cukup berbahaya.

"Sejujurnya, tidak (gunakan 3-5-2), saya belum mempertimbangkannya. Kami tentunya akan mempertahankan keseimbangan di beberapa laga terakhir, meskipun di tengah pertandingan bisa saja kami mengubah taktik menjadi 3-5-2, jika kami mau," ungkap Prandelli seperti dilansir Football Italia.

Prandelli mengatakan, Spanyol bukanlah tim yang hanya unggul dalam penguasaan bola. Akan tetapi, pertahanan Gerard Pique dan kawan-kawan pun terorganisir bahkan beberapa kali juga dapat memenangkan pertarungan merebut bola di lini tengah.

"Spanyol adalah salah satu tim terbaik di dunia. Selama bertahun-tahun, mereka selalu mempertahankan karakteristik dan pendekatannya. Kami selalu mengatakan bahwa mereka adalah tim yang ingin kami kalahkan," katanya.

"Untuk strategi, kami harus tetap bermain secara baik dan menunggu waktu tepat untuk menciptakan keunggulan di lini tengah. Tidak terlalu sombong, jika mengatakan bahwa kami akan mengontrol lapangan tengah, meskipun kami cukup menghormati Spanyol. Kami akan mencoba untuk memanfaatkan berbagai peluang kami di laga nanti," tegas Prandelli.


Via: Lawan Italia, Prandelli Tak Pertimbangkan 3-5-2

Terwujudnya Mimpi Warriors


Manila - Butuh tiga musim bagi Indonesia Warriors untuk bisa menyabet gelar juara ASEAN Basketball League (ABL). Keberhasilan mereka mewujudkan mimpi mereka ini adalah buah dari kerja keras.

Warriors tampil sebagai juara usai mengalahkan San Miguel Beermen dengan skor total 2-1 di babak final yang memakai sistem best of three. Dalam game penentuan yang digelar di Ynares Sports Arena, Pasig City, Manila, Sabtu (30/6/2012), tim asuhan Todd Purves itu menang satu bola 78-76.

Ini adalah gelar pertama buat Warriors. Di musim pertama, saat masih memakai nama Satria Muda Britama, mereka harus puas jadi runner-up karena ditundukkan Philippine Patriots di final. Semusim berikutnya, mereka malah gagal lolos ke babak play-off.

"Musim pertama kita masuk final, tapi kalah. Di musim kedua, saat itu jadwal ABL dan NBL sama, makanya kita merosot. Di musim ketiga, kita berpikir bahwa tim yang bertanding di ABL dan NBL harus dipisah, dan harus disiapkan sendiri-sendiri," ungkap pemilik Warriors, Erick Thohir, saat ditemui seusai pertandingan.

"Di sini kita bukan cuma membawa nama Warriors, tapi juga nama Indonesia. Itu yang berat. Persiapan kita lebih bagus dari musim kedua karena tim kita terpisah," jelasnya.

Erick menambahkan, Warriors bisa juara karena berani bermimpi. Kendati harus menghadapi lawan-lawan tangguh se-ASEAN, timnya mau bekerja keras demi mengejar kejayaan.

"Saya ucapkan terima kasih kepada para pemain, pelatih, para partner untuk bisa membawa mimpi Indonesia menjadi juara. Misi Indonesia Warriors dan Satria Muda kan sama, yaitu juara Indonesia, Indonesia juara. Ini yang harus kita wujudkan," tuturnya.

"Kita harus membuat mimpi kita sendiri, jangan melihat mimpi orang terus. Kita harus membuat mimpi kita dan kita harus berusaha. Insya Allah kalau kita serius, kita fokus, kita fight, akan dikasih jalan," kata Erick.


Via: Terwujudnya Mimpi Warriors

"Spanyol Bukan Tim Dewa"


KIEV, KOMPAS.com - Bek Italia, Giorgio Chiellini, menilai Spanyol bukanlah tim "dewa" yang tidak dapat dikalahkan oleh tim lainnya. Pemain berusia 27 ini yakin "Gli Azzurri" dapat mengalahkan "La Furia Roja" di babak final Piala Eropa, Minggu (1/7/2012).

Italia dan Spanyol sebelumnya sempat bertemu di babak penyisihan Grup C. Ketika itu, kedua tim berbagi poin setelah bermain imbang 1-1.

"Mereka (Spanyol) cuma manusia biasa, dan kita dapat kalahkan mereka," tegas Chiellini seperti dilansir Football Italia.

"Besok, kami tidak akan membalas dendam kepada siapa pun. Kami hanya ingin mewujudkan mimpi kami menjadi kenyataan. Meskipun lelah, kami akan selalu menemukan energi untuk bermain di final," lanjutnya.

Italia lolos ke final setelah mengempaskan Inggris (adu penalti 4-2) di perempat final dan Jerman (2-1) di semifinal. Sementara, Spanyol menyingkirkan Perancis (2-0) dan Portugal (4-2 adu penalti).


Via: "Spanyol Bukan Tim Dewa"

Bautista Dihukum Usai Insiden dengan Lorenzo


Assen - Alvaro Bautista dinilai bersalah, menyusul insiden crash antara dirinya dengan Jorge Lorenzo. Akibatnya, Bautista bakal start dari urutan terbelakang di MotoGP Jerman.

Pada balapan di Sirkuit Assen, Sabtu (30/6/2012), Lorenzo, yang menang berturut-turut di tiga seri terakhir, mengalami insiden di awal lomba. Ia ditabrak Alvaro Bautista di tikungan pertama, dan keduanya langsung out.

Pemenang balapan tersebut, Casey Stoner, sampai-sampai menyayangkan insiden tersebut. Ia mengaku tidak terlalu senang meraih kemenangan, tanpa rival beratnya memberikan perlawanan.

MotoGP kemudian memutuskan Bautista bersalah. Mereka menyebut, Bautista membalap dengan sikap yang tidak bertanggungjawab, membahayakan Jorge Lorenzo, dan akhirnya dihukum start dari urutan paling belakang di Sachsenring.

Gresini mengajukan banding atas hukuman tersebut. Tapi, para steward dari FIM menyatakan bahwa keputusan tersebut adalah final.


Via: Bautista Dihukum Usai Insiden dengan Lorenzo

Buffon: Prandelli Sukses "Jinakkan" Balotelli


KIEV, KOMPAS.com - Kiper Italia, Gianluigi Buffon, mengapresiasi penampilan gemilang striker Mario Balotelli dalam beberapa laga terakhir "Gli Azzurri" dan menurutnya hal itu berkaitan dengan pelatih Cesare Prandelli.

Balotelli sebelumnya sempat dikritik karena dinilai banyak melawatkan peluang mencetak gol, terutama saat melawan Kroasia di penyisihan Grup C. Akan tetapi, penyerang Manchester City itu bangkit dan tampil gemilang dengan mencetak dua gol kemenangan Italia atas Jerman di babak semifinal.

"Mario (Balotelli) telah bermain sangat baik karena dia mempunyai semua kualitas yang hebat, dan ini adalah awal yang baik untuk kariernya. Dia telah menemukan pelatih hebat (Prandelli), yang membuatnya menjadi pemain yang lebih baik," ujar Buffon.

"Tetapi jelas, poin utama kemajuan itu berasal dari dirinya sendiri, karena dia telah berkerja keras mencapai level ini," kata Buffon.

Adapun, dua gol itu membuat Balotelli menjadi pemain pertama Italia yang mencetak tiga gol dalam satu turnamen Euro sepanjang sejarah. Bahkan, ia berpeluang menjadi top scorer karena mampu memupus harapan Mario Gomez, karena setelah Jerman tersingkir, koleksinya mandek di angka tiga gol.

Torehan yang sama juga diraih Mario Mandzukic (Kroasia) dan Alan Dzagoev (Rusia). Akan tetapi, kedua bomber itu malah sudah angkat koper di penyisihan grup. Dengan demikian, raihan trigol Balotelli masih dapat bertambah jika mampu membobol gawang Spanyol di final di Stadion Olimpiade Kyiv, Minggu (1/7/2012).


Via: Buffon: Prandelli Sukses "Jinakkan" Balotelli

Buffon Referensi Casillas


KIEV, KOMPAS.com - Kiper Spanyol dan Real Madrid, Iker Casillas (31), mengatakan, dirinya dan banyak kiper lain menjadikan kiper Italia dan Juventus, Gianluigi Buffon (34), sebagai referensi.

"Ia adalah kiper luar biasa dan dalam usia 34 tahun ia masih merupakan salah satu yang terbaik. Aku sangat mengagumi dan menghormatinya," aku Casillas.

"Untuk kiper yang sedikit lebih muda darinya, ia adalah referensi. Ia menginspirasi kami dan kami ingin menjadi seperti dirinya," lanjutnya.

Casillas akan menjadi lawan idolanya itu pada final Piala Eropa 2012, di Olympic Stadium, Kiev, Minggu (1/7/2012). Keduanya akan sama-sama bermain sebagai kapten tim.

Sebelumnya, kedua kubu bertemu di fase Grup C, yang berakhir 1-1. Gol Italia saat itu diciptakan oleh Antonio Di Natale pada menit ke-61 dan gol Spanyol dicetak Cesc Fabregas pada menit ke-64.

Hingga babak semifinal, dengan mengabaikan adu penalti, hanya Di Natale-lah yang sanggup menaklukkan Casillas. Adapun Buffon sudah tiga kali memungut bola dari dalam gawangnya. Soal produktivitas gol, Spanyol sejauh ini telah mengemas delapan gol dan Italia membukukan enam gol.

"Italia adalah lawan berat yang akan menyulitkan kami," ulas Casillas.

Berikut ini adalah perjalanan Spanyol dan Italia sejak fase grup hingga semifinal Piala Eropa 2012.

Spanyol
10 Juni - Spanyol 1-1 Italia
14 Juni - Spanyol 4-0 Irlandia
18 Juni - Kroasia 0-1 Spanyol
23 Juni - Spanyol 2-0 Perancis
27 Juni - Portugal 0-0 Spanyol (Spanyol menang adu penalti 4-2)

Italia
10 Juni - Spanyol 1-1 Italia
14 Juni - Italia 1-1 Kroasia
18 Juni - Italia 2-0 Irlandia
24 Juni - Inggris 0-0 Italia (Italia menang adu penalti 4-2)
28 Juni - Jerman 1-2 Italia


Via: Buffon Referensi Casillas

Blanc-Perancis Tak Lanjutkan Kerja Sama


PARIS, KOMPAS.com - Laurent Blanc tak akan memperpanjang kontrak sebagai pelatih tim nasional Perancis. Demikian disampaikan Blanc dan Federasi Sepak Bola Perancis (FFF), Sabtu (30/6/2012).

Blanc melatih Perancis pada 1 Juli 2010 dengan kontrak hingga 30 Juni 2010. Menurut AFP, saat itu FFF sebetulnya menawarkan kontrak berdurasi empat tahun, tetapi Blanc menolak karena menilainya terlalu dini untuk menyepakati kontrak untuk periode sepanjang itu.

"Laurent Blanc menghubungi Presiden FFF Noel Le Graet untuk menyampaikan keputusannya bahwa ia tak akan meminta kontraknya sebagai pelatih tim nasional diperbarui," demikian pernyataan FFF.

Soal kontrak baru, Blanc dan FFF sudah bertemu pada Kamis (28/6/2012). Pembicaraan saat itu tak berlangsung hingga tuntas dan pertemuan Sabtu (30/6/2012) merupakan lanjutannya.

Dalam surat yang dikirim ke Kantor Berita AFP, Blanc mengatakan, dirinya memutuskan tak memperbarui kontrak karena dirinya dan Le Graet tak memiliki kesamaan pandangan soal pengelolaan tim nasional Perancis dua musim mendatang.

"Dalam diskusi (dengan Graet) pada 28 Juni lalu, kami tak bisa mencapai kesepahaman soal manajemen tim nasional Perancis untuk dua musim mendatang," ujar Blanc.

"Dalam kondisi ini dan setelah mempertimbangkan masalah tersebut, saya menyampaikan kepadanya, hari ini Sabtu (30/6/2012), keputusan saya adalah tidak menginginkan kontrak saya saat ini diperbarui," lanjutnya.


Via: Blanc-Perancis Tak Lanjutkan Kerja Sama

Bukan Kemenangan Mudah buat Warriors


Manila - Indonesia Warriors akhirnya tampil sebagai juara ASEAN Basketball League (ABL) musim ketiga. Namun, untuk memastikan gelar tersebut, Warriors harus melalui perjuangan yang tidak mudah.

Warriors bertemu dengan San Miguel Beermen di babak final yang memakai sistem best of three. Setelah kalah 83-86 di kandang Beermen, Warriors membalas di game kedua yang digelar di Jakarta dengan skor mencolok 81-61. Karena kedudukan sama kuat, game ketiga pun terpaksa dihelat.

Dalam pertandingan game ketiga di Ynares Sports Arena, Pasig City, Manila, Sabtu (30/6/2012), Beermen yang tampil di hadapan dukungan publiknya sendiri langsung tampil menekan. Mereka sempat unggul lima poin, namun tembakan tiga angka Jerick Uy Canada membuat Warriors berbalik unggul 15-13. Setelah itu, Warriors menutup kuarter pertama dengan 19-13.

Di kuarter kedua, Beermen mencoba untuk mengejar. Namun, Warriors masih bisa menjaga jarak dan menambahkan 19 poin untuk memimpin 38-33.

Usaha Beermen untuk menyamakan kedudukan baru berhasil di awal kuarter ketiga saat tembakan Christhoper Banchero membuat skor jadi 38-38. Bahkan, beberapa saat kemudian Willard Crew membawa Beermen memimpin dua poin. Namun, tak lama kemudian Warriors unggul lagi lewat tembakan tiga angka Joseph Salangsang. Setelah itu, tim tamu mulai menjauh dan unggul jauh 64-53 di akhir kuarter.

Kuarter keempat berjalan seru sekaligus menegangkan. Beermen kembali memangkas selisih poin menjadi dua angka dalam kedudukan 69-71 saat pertandingan tinggal tersisa 2 menit 14 detik.

Saat waktu tinggal tersisa 17 detik lagi, Warriors juga cuma unggul 78-76. Mereka makin tegang karena dua lemparan bebas Evan Brock di momen selanjutnya tak masuk keranjang. Beruntung buat mereka, usaha Beermen untuk menyalip lewat tembakan tiga angka Nicholas Fazekas gagal. Warriors pun menang 78-76 dan berhak mengangkat piala.

Seusai pertandingan, pelatih Warriors, Todd Purves, mengakui bahwa game ketiga ini berjalan tidak mudah. Dia pun tak sungkan memuji Beermen.

"Ini masih merupakan pertandingan yang sangat ketat. San Miguel sangat 'Brasil', sangat terlatih," ucapnya.

"Saya angkat topi untuk
Via: Bukan Kemenangan Mudah buat Warriors

Evan Brock MVP Final ABL


Manila - Kebahagiaan kubu Indonesia Warriors makin lengkap karena mereka bukan cuma tampil sebagai kampiun ABL musim ketiga. Pemain mereka, Evan Brock, juga dinobatkankan sebagai pemain terbaik di final.

Brock tampil cukup konsisten di final tahun ini. Forward asal Amerika Serikat itu membukukan 24 poin di game pertama, namun saat itu timnya Warriors kalah 83-86.

Di game kedua yang digelar di Jakarta, Brock masih jadi top performer. Dia menorehkan 26 poin plus 16 rebound dan mengantarkan timnya menang 81-61.

Brock masih jadi salah satu pemain kunci di game penentuan di Ynares Sports Arena, Pasig City, Manila, Sabtu (30/6/2012). Pemain bernama lengkap Evan McArthur Brock ini membukukan double-double dengan 15 poin dan 16 rebound.

Penghargaan MVP untuk Brock ini juga melengkapi dua award lain yang diterima kubu Warriors. Sebelumnya, pelatih Todd Purves terpilih sebagai pelatih terbaik, sedangkan Steven Demon Thomas dinobatkan sebagai pemain bertahan terbaik.

Warriors sendiri tampil sebagai juara usai mengalahkan San Miguel Beermen di laga ketiga. Pada pertandingan tersebut, Warriors menang dengan skor 78-76.



Via: Evan Brock MVP Final ABL

Balotelli Menangis Bersama Ibunya


WARSAWA, KOMPAS.com - Ibu angkat Mario Balotelli, Silvia Balotelli, mengungkapkan bahwa striker Italia tersebut menangis setelah pertandingan lawan Jerman. Itu sangat jarang terjadi. Terakhir kali Balotelli menangis karena Jose Mourinho.

Balotelli menjadi bintang Italia dengan mencetak dua gol di semifinal Piala Eropa 2012, Kamis atau Jumat (29/6/2012) dini hari WIB. Dua gol itu membawa Italia menang 2-1 dan lolos ke final.

Setelah pertandingan usai, para pemain Italia langsung berkumpul dan merayakan kesuksesan itu. Namun, tidak dengan Balotelli. Dia berjalan menuju tribun untuk mendekati ibu angkatnya, Silvia. Ia kemudian mencium ibunya.

"Sangat sulit melihat Mario menangis. Terakhir kali dia menangis mungkin karena Jose Mourinho," kata Silvia kepada La Gazzetta dello Sport. Namun, dia tak menyebutkan apa yang dilakukan Mourinho hingga Balotelli menangis.

"Ketika merasa kesulitan, diserang, atau dikhianati, Mario bereaksi dengan mengasingkan dirinya dari orang lain. Itu yang terjadi sebelum pertandingan melawan Irlandia," jelas Silvia.

"Kami sempat berjuang untuk mengontaknya dan dia tak menjawab pesan kami. Itulah sebabnya, saya menangis bahagia. Dua gol itu sangat luar biasa dan terjadi di pertandingan penting. Itu telah membaskan dia, karena bakat dan kegeniusannya telah keluar. Dia akhirnya mampu membuktikan apa yang ingin ia lakukan," jelasnya.

Mario Balotelli keturunan Ghana. Dia diadopsi keluarga Balotelli saat masih berusia dua tahun. Dia amat dekat denan kedua orang tua angkatnya. Bahkan, dia sering menceritakan kemenangan kepada mereka, terutama kepada ayahnya, Franco Balotelli. Namun, Franco sudah amat tua dan tak bisa sering-sering menyaksikan Balotelli bertanding.

"Ini juga sangat sulit baginya untuk memeluk saya seperti itu di depan banyak orang. Seperti halnya anak muda lainnya, dia (Balotelli) agak malu terlihat dengan ibunya. Tapu, di momen seperti itu, dia kelwat bahagia. Dia berbisik di telinga saya agar saya membawa ayahnya ke Kiev. Saya kemudian pulang ke Italia dan kami berdua akan berada di sana, Minggu," janjinya.

Italia akan melawan Spanyol di final Piala Eropa 2012 di Kiev, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB.

Silvia agak menyesalkan tindakan Balotelli melepaskan baju, setelah mencetak gol kedua. Namun, dia bisa memahami psikologinya.

"Dia sangat kesal kepada siapa pun yang mengkritiknya karena tidak melakukan selebrasi kala mencetak gol. Maka, dia memutuskan untuk mencari cara lain dalam merayakan gol," jelas Silvia.

"Anak saya sering mengatakan bahwa ia buka arogan, tapi dia merasa dia memiliki sesuatu yang spesial. Itu yang sering ia katakan," tambahnya.

Menurut La Gazzetta dello Sport, ayah angkat Balotelli, Franco, tak hanya akan menyaksikan anaknya bertanding lawan Spanyol. Ia juga akan membawa beberapa potong coklat. Ini sudah menjadi kebiasannya memberi hadiah coklat kepada Balotelli ketika dia masih kecil.

Silvia juga menyatakan terima kasih kepada Pelatih Italia, Cesare Prandelli. Sebab, dia memberi kesempatan kepada anaknya bertanding di Piala Eropa dan membuktikan kemampuannya.

"Prandelli adalah orang baik dan dia telah mengajarkan banyak hal penting kepada anak saya. Maka, saya meneleponnya untuk mengucapkan terima kasih," terang Silvia.


Via: Balotelli Menangis Bersama Ibunya

Lorenzo Puas Start Ketiga


Assen - Jorge Lorenzo mengaku kegagalannya meraih pole diakibatkan kesalahannya sendiri. Meski begitu ia tetap puas dengan start ketiga yang didapat sekaligus optimistis bisa meraih hasil bagus.

Lorenzo sebenarnya mengawali sesi kualifikasi di sirkuit Assen, Jumat (29/6) malam WIB dengan sangat baik di mana ia leading catatan waktu dibanding pebalap lain, termasuk Casey Stoner dan Dani Pedrosa.

Namun, kesalahan di lap terakhir kualifikasi membuatnya harus rela disalip catatan waktunya oleh Stoner dan Pedrosa. Alhasil pole pun diraih Stoner dan Lorenzo harus start di posisi ketiga.

Gap dengan Stoner boleh dibilang cukup jauh yakni 0,288 detik dan Lorenzo menyebut kesalahan saat menikung di lap terakhir menyebabkan posisi pole melayang.

"Hari ini hujan membuat kami kesulitan di pagi dan sore hari. Akhirnya kami bisa mendapat kecepatan maksimal di lima menit terakhir untuk mendapat pole position," ungkap Lorenzo di Autosport.

"Saya mencoba dua lap. Di lap terakhir saya sangat cepat tapi terlalu telat mengerem di tikungan jadi saya kehilangan sepersekian detik dan saya tidak mampu meraih pole position. Tapi posisi ketiga adalah posisi bagus untuk memulai balapan nanti," lanjutnya.

Lorenzo dalam tiga race terakhir selalu menang dan membuat selisih poin dengan Stoner menjadi 25 angka. Meski posisi start tak bagus dan memungkinkan Stoner untuk meraih kemenangan, namun Lorenzo tak begitu peduli dan memilih fokus tampil maksimal saat balapan.

"Hal yang terpenting adalah bisa menyelesaikan balapan dan mendapat poin serta punya feeling yang bagus dengan motor. Sepertinya kami punya itu pada balapan akhir pekan ini, jadi kita lihat saja," tutup Lorenzo.


Via: Lorenzo Puas Start Ketiga

Euro 2020 Digelar di Seluruh Eropa


KIEV, KOMPAS.com - Presiden Uni Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Michel Platini, mengajukan usul ekstrem. Menurutnya, akan menarik jika Piala Eropa 2020 nanti digelar di beberapa negara di Eropa.

"Ini hanya ide. belum ada kepastian. Pada Desember (2012) atau Januari (2013) kami akan memutuskan apakah Piala Eropa akan digelar di satu negara, dua negara, atau bahkan di beberapa negara di Eropa," kata Platini pada temu pers di Kiev, Ukraina, Sabtu (30/6/2012).

Piala Eropa akan merayakan ulang tahun ke-60 pada 2020 nanti. gelaran Euro 2020 itu bisa digelar di 12 atau 13 kota di beberapa negara di Eropa. Sehingga, panitia tidak lagi dipusingkan soal kesiapan infrastruktur, karena tuan rumah akan dipilih di kota-kota yang memiliki infrastruktur terbaik.

Sejauh ini, sudah ada beberapa negara yang mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Eropa 2020. Mereka antara lain Turki, Irlandia, juga Skotlandia dan Wales. (AFP)


Via: Euro 2020 Digelar di Seluruh Eropa

Kencan Kedua di Panggung yang Sama


KIEV, KOMPAS.com - Spanyol dan Italia. Kedua tim sudah bertanding di penyisihan Grup C dengan hasil imbang 1-1. Kedua tim telah melakoni adegan demi adegan di panggung Piala Eropa 2012 hingga ke pengujung kisah: final. Tim Azzurri akan habis-habisan menyauk mahkota yang lepas dari genggaman sejak merebutnya pertama kali pada tahun 1968. Matador pun akan ngotot mempertahankannya.

Apakah babak final Piala Eropa 2012 akan menjadi pengulangan kencan Italia dan Spanyol di penyisihan Grup C? Pasti tidak. Tidak pernah ada pengulangan di dalam setiap perjumpaan. Seorang koki yang setiap hari memasak spageti saus pesto, misalnya, biasanya tidak akan menghasilkan olahan yang persis sama, baik takaran bumbunya, cara menuang, maupun suasana hati sang koki.

Media massa di Polandia merayakan bertemunya kedua tim besar ini di final, dan menyebut Italia sebagai Italia yang jaya. Warsawa beruntung. Laga terakhir (di Polandia) adalah laga terbaik dari semua laga di turnamen ini. Italia, yang sangat berubah karena Pelatih Cesare Prandelli, sekali lagi menyuguhkan sepak bola yang megah, tulis koran Rzeczpospolita yang terbit Jumat (29/6).

Harian Polska The Times menulis, Bahkan sebelum final, kami dapat mengatakan, Piala Eropa 2012 sangat sukses. Semua orang segera ingin menonton final antara kedua tim dengan tradisi sepak bola yang kuat itu.

Sulit untuk menjagokan satu dari dua finalis ini. Italia mencatat rekor lebih baik dari Spanyol di turnamen utama internasional sejak pertemuan pertama mereka pada 1934. Di ajang Piala Dunia, Italia mengalahkan Spanyol 1-0 di perempat final Piala Dunia 1934 dan perempat final Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, 2-1. Di hajatan Piala Eropa 1988, Italia menekuk Spanyol 1-0 di penyisihan grup. Empat perjumpaan lainnya berakhir imbang, termasuk di penyisihan Piala Eropa 2012. Artinya, La Furia Roja belum pernah sekali pun menang melawan Azzuri.

Predikat Del Bosque
Jika Spanyol mampu menggaet kembali titel Piala Eropa di Kiev, Minggu besok, Pelatih Vicente del Bosque akan menorehkan sejarah baru sebagai satu-satunya pelatih yang mampu memenangi Piala Eropa, Piala Dunia, dan Liga Champions, dan berturut-turut pula.

Predikat ini sangat berarti bagi pelatih berusia 61 tahun ini. Bukan semata karena gengsi, tetapi juga prestasi. Piala Eropa 2008 ditangani Luis Aragones, itulah mengapa Del Bosque menginginkan gelar ini. Ia akan menjadi pelatih yang berhasil memimpin klub dan tim nasional dan menyejajarkan diri dengan eks pelatih Jerman, Helmut Schoen, yang memenangkan timnya di Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974.

Del Bosque mendekati rekor yang luar biasa itu, menggenapi karier gemilangnya saat membawa Real Madrid menjuarai La Liga dua kali sekaligus juara Liga Champions tahun 2000 dan 2002. Del Bosque adalah kualitas. Terbukti sejak ia dipecat tahun 2003, Real Madrid bertahun-tahun gagal menjuarai La Liga, meski berganti-ganti manajer, hingga Fabio Capello masuk tahun 2007.

Maka, Del Bosque memiliki banyak alasan yang memotivasinya untuk memenangi final besok. Ia akan melebihi Schoen, yang belum pernah membawa klubnya menang di liga di negaranya. Ia akan melebihi eks pelatih Italia, Marcello Lippi, yang belum pernah memenangkan timnya di Piala Eropa.

Setelah babak kualifikasi, Del Bosque makin percaya diri pada timnya. Menang di semua laga kualifikasi adalah pembuktian solidnya Spanyol saat ini. Saya merasa tersanjung bisa melatih generasi yang brilian seperti ini, katanya kepada majalah World Soccer.

Del Bosque tidak berlebihan. Ia memiliki banyak pilihan nama di pasukannya. Di barisan striker ada David Silva, Fernando Llorente, David Villa, dan Fernando Torres. Bahkan Torres pun hanya sebentar diturunkan. Di jajaran gelandang, Andres Iniesta adalah pemimpin yang sangat pinter mentransfer ilmu. Ia menjadi semacam mediator antara pelatih dan para pemain. Cesc Fabregas, Sergio Busquets, Jesus Navas, Xabi, Xabi Alonso... Wah...

Berbahaya
Betapa pun sempurna skuad Spanyol, dengan nama-nama pemain berteknik individu mumpuni, lawan kali ini adalah Italia. Tim ini berbahaya. Tim asuhan Cesare Prandelli ini terseok-seok di Grup C, tapi bertahap membaik. Jerman yang belum terkalahkan sejak babak kualifikasi pun dilibas.

Gelandang dan motor tim Italia, Andrea Pirlo, memandang Spanyol sebagai tim tangguh yang sulit ditaklukkan. Namun ia yakin, rasa percaya diri timnya akan menyembulkan semangat untuk menang. Tim kami fantastis. Kami memang dengan luar biasa melawan tim yang hebat. Kami sangat berharap bisa konsisten seperti ini dan menang di Kiev, ujar Pirlo, yang menjadi man of the match.

Pirlo menjadi ancaman untuk Spanyol, dan itu diakui Del Bosque. Kebanyakan gelandang sudah merosot tajam di usia 33 tahun, namun Pirlo masih menggebrak. Fisiknya prima. Ia mengawal Juventus menjadi tim yang tidak terkalahkan di Serie A.

Saya selalu memberikan yang terbaik. Sekarang, kami masuk final dan kami akan menikmati permainan ini sampai puas. Saya belum mau merayakan apa pun setelah menang (atas Jerman), karena kami belum melakukan apa pun (untuk menang). Kami ingin pulang ke rumah dengan membawa trofi, kata Pirlo.

Prandelli menegaskan, ia dan timnya masih menjaga mimpinya, untuk mengangkat trofi di final nanti. Minggu kami akan memiliki spirit yang sama untuk berjuang dan berlari, seperti yang kami lakukan saat melawan Inggris (di perempat final), tuturnya.

Pemain belakang Italia, Giorgio Chiellini, mengatakan, setelah menang di semifinal, ia akan mulai berpikir lagi, yakni mewujudkan mimpi, Minggu besok. Sementara bagi Mario Balotelli, ia merasa sudah siap untuk pertandingan final.

Balotelli cuek dengan penggambaran dirinya seperti King Kong di koran olahraga Gazzetta dello Sport. Ia dengan mantap mengatakan, Di final nanti semoga kita lebih baik. Saya tidak akan mencetak empat gol, bukan dua lagi, ujarnya. (SUSI IVVATY)


Via: Kencan Kedua di Panggung yang Sama

Tim Kapinis Bandung Memimpin Kejurnas Arung Jeram Muaraenim


Muaraenim - Tim Kapinis II Bandung untuk sementara memimpin di hari pertama Kejurnas Arung Jeram di Sungai Enim, Bedegung, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, Sabtu (30/6/2012).

Ini diraih setelah mereka menjadi yang tercepat pada nomor sprint dengan catatan waktu satu menit 7,477 detik. Tim kedua yang meraih catatan waktu terbaik adalah Kapinis I Bandung dengan 01:08,943, serta BRC Boogie Banten dengan catatan waktu 01:09,230 di peringkat ketiga.

Pada hari pertama ini digelar dua nomor yakni sprint dan head to head. Saat sprint, sejumlah peserta mengalami kesulitan saat memasuki pertengahan jalur lomba, lantaran arus tipis dan terdapat dua batu besar. Banyak perahu peserta tersangkut beberapa detik.

Syukurlah kami lolos dari jalur itu, kata Wawan Purwana, manajer tim Kapinis Bandung, kepada detikcom, Sabtu (30/06/2012).

"Arung Sumsel 2012" diikuti 16 tim dari sejumlah daerah di Indonesia, berlangsung sampai 3 Juli.





Via: Tim Kapinis Bandung Memimpin Kejurnas Arung Jeram Muaraenim

Redknapp: Dengan Villas-Boas, Tottenham Masuk 4 Besar


Harry Redknapp mengatakan, Tottenham Hotspur akan finis di empat besar Premier League jika dilatih Andre Villas-Boas dan mempertahankan skuad saat ini.

Posisi pelatih di Tottenham masih lowong sejak ditinggal Redknapp, 14 Juni lalu. Villas-Boas sendiri juga belum bekerja lagi sejak meninggalkan Chelsea, 4 Maret silam.

Menurut pemberitaan di Inggris, Andre villas-Boas menginginkan pekerjaan itu dan begitu juga dengan Tottenham. Villas-Boas disebut siap melupakan White Hart Lane jika Tottenham mempertimbangkan calon lain.

"Ia pernah melatih tim Inggris. Ia pernah di Chelsea. Segala yang dilakukannya tak berjalan baik (di Chelsea). Ketua Tottenham (Daniel Levy) merasa Villas-Boas bisa menangani Tottenham. Ia tentunya punya pemain-pemain yang dibutuhkan," ujar Redknapp.

"Menurut saya, Tottenham memiliki pemain untuk finis di zona empat besar setiap tahunnya dan meraih gelar. Itu pendapat saya. Mereka punya pemain yang mereka perlukan," lanjutnya.

Lebih jauh, Redknapp mengatakan, Tottenham harus mempertahankan Modric atau menjualnya dengan harga tinggi.

"(Jika Modric pergi), itu adalah masalah besar. Ia tak tergantikan. Namun, jika mereka mendapatkan uang banyak, mereka bisa membeli tiga atau empat pemain dan meningkatkan tim di lini yang lain," tambahnya.


Via: Redknapp: Dengan Villas-Boas, Tottenham Masuk 4 Besar

Friday, June 29, 2012

Sebanyak 16 Tim Mengikuti Kejurnas Arung Jeram di Muaraenim


Muaraenim - Sebanyak 16 tim mengikuti Kejurnas Arung Jeram "Arung Sumsel 2012" yang digelar di Bedegung, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, 30 Juni-3 Juli 2012.

Saat ini ke-16 tim sudah berada di lokasi dan mulai mencoba arus di huluan Sungai Enim yang menjadi lokasi perlombaan.

Ke-16 peserta itu antara lain berasal dari Banten, Bandung, DKI Jakarta, Bengkulu, Palembang, Muaraenim, Medan, dan Tapanuli.

"Kejurnas ini selain untuk memasyarakat olahraga arung jeram, mengingat begitu banyaknya lokasi olahraga ini di Indonesia, juga menjadi ajang pembinaan, dan promosi pariwisata," kata Ahmad Rapanie Igama selaku ketua panitia pelaksana kepada detikcom, Jumat (29/06/2012).

Ada beberapa jenis lomba yang digelar dalam kejurnas ini yakni sprint dengan jarak 800-1.000 meter; head to head yakni lomba kecepatan secara simultan dengan jarak 800-1.000 meter; slalom atau lomba kecepatan dan keterampilan tim dengan jarak tempuh 1.000 meter; serta down river yakni lomba kecepatan dan keterampilan dalam jarak tempuh 3-5 kilometer.

Kejuaraan yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kabupaten Muaraenim, dan Federasi Arung Jeram Indonesia
Via: Sebanyak 16 Tim Mengikuti Kejurnas Arung Jeram di Muaraenim